| | | Home > Lainnya > Kesan Pertama Menggunakan Mozilla Firefox 4 Popularity: 63 views. 1 comment. Kesan Pertama Menggunakan Mozilla Firefox 4 Share Tadi malam saya meng-upgrade browser Mozilla Firefox saya ke versi terbaru yaitu Mozilla Firefox 4.0. Sebenarnya sih beberapa bulan yang lalu saya sudah sempat mencoba yang versi betanya tapi baru siang ini saya menyempatkan diri untuk menganalisa apa sih yang baru dari Mozilla Firefox 4 ini, apa saja perbaikan dan kekurangan yang saya rasakan. Sebenarnya sih cuman ada tiga hal utama yang menjadi kekurangan browser Mozilla Firefox selama ini menurut saya, yaitu sering crash (teramat sering!), seringkali memakan memory hingga ratusan MB bahkan saya pernah mencapai angka 1 GB, dan yang terakhir harus restart browser kalau kita meng-install, meng-update dan men-delete add-ons. Ok, berikut saya list saja hal-hal yang baru di Mozilla Firefox 4 yang saya temui: - Tombol navigasi dirubah, tombol stop dan refresh ditempatkan di sebelah kanan address bar, saya kurang suka dengan perubahan ini. Menurut saya tombol navigasi itu sebisa mungkin harus dipertahankan, karena kalau dirubah itu berarti memaksa user untuk mencari dan membiasakan diri lagi untuk bernavigasi.
- Tab menu sekarang poisisinya ada di atas address bar seperti Google Chrome, saya juga kurang suka dengan yang satu ini karena saya harus membiasakan diri lagi dengan perubahan tersebut. Kalau saya sih lebih memilih seperti dulu, disimpan di bawah, jadi posisinya tepat di atas halaman situs yang sedang kita buka, kalau di atas rasanya agak kagok, apalagi kalau kita menginstall berbagai macam toolbar seperti Google Toolbar, StumbleUpon Toolbar dan lain sebagainya.
- Icon RSS feed hilang dari address bar, untuk berlangganan RSS feed suatu situs kini kita harus meng-klik tombol Bookmark terlebih dahulu yang posisinya ada di ujung sebelah kanan atas, sebelah kanan tombol Home. Saya kurang suka dengan yang satu ini, malah membuat ribet saja.
- Status bar kini menjadi seperti Google Chrome, auto-hide, akan muncul jika kita meload halaman situs atau kita mengarahkan cursor ke suatu link, kalau yang ini saya suka.
- Ada bar baru namanya Add-on bar, posisinya di bagian paling bawah menggantikan posisi status bar di versi sebelumnya, ini juga saya suka.
- Jendela Add-ons Manager didesain ulang, kalau kita buka maka akan terbuka seperti tab menu baru, jadi tidak melayang, ini saya juga suka, tapi Mozilla tidak melakukan hal yang sama untuk jendela Download dan Library, sayang.
- Ada fitur baru namanya Sync, fitur ini memungkinkan kita men-synchronize boomark, tab, history, preferences bahkan password ke server Mozilla, jadi jika kita menggunakan Mozilla Firefox di berbagai komputer settingannya bisa disamakan. Fitur ini bisa menggantikan add-ons LastPass dan Xmarks yang saya gunakan, tetapi saya lebih memilih untuk tetap menggunakan add-ons tersebut saja karena saya menggunakan Google Chrome di komputer yang lain.
- Tab menu bisa kita convert jadi App Tab, caranya klik kanan di tab menu lalu pilih “Pin as App Tab”, ini saya suka karena akan membuat ruang tab menu menjadi lebih lapang. Kekurangan dari fitur ini adalah kenapa tidak bisa meng-convert secara otomatis alamat situs yang domainnya sama menjadi App Tab, misalnya jika kita membuka beberapa halaman situs Facebook di beberapa tab, tentu akan bisa dihemat lagi ruang tab menunya kalau itu bisa dilakukan.
Ok, itu adalah kesan pertama saya yang saya rasakan di browser Mozilla Firefox 4. Kalau dari sisi teknis sih hal yang baru di browser ini adalah browser ini berbasis Gecko 2.0, yang katanya kemampuan eksekusi JavaScriptnya 6 kali lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya. Kita lihat saja nanti apakah Mozilla Firefox 4 ini bisa mengatasi masalah utama di versi sebelumnya yaitu sering crash dan memakan banyak memory, mudah-mudahan. Dipublikasikan: Sabtu, 26 Maret, 2011, 13:08 WIB. Kategori: Lainnya. Tags: Browser, Kesan, Mozilla Firefox.
Tulis komentar:
| Artikel Terkait: Artikel Sebelumnya: | |
Selasa, 29 Maret, 2011, 06:57 WIB.